Di awal pembuatan, indikator CCI ini digunakan hanya untuk mengetahui daerah jenuh jual dan jenuh beli yang ada di pasar komoditi. Tetapi setelah sekian lama perjalanan waktu indikator ini berkembang menjadi indikator yang dapat di gunakan pada jenis market lainnya seperti forex. (Cara menginstall indikator pada mt4, bisa anda lihat di http://www.robotforex.com/cara-instalasi-robot-atau-ea/ )
CCI di bagi menjadi 3 zona waktu oleh sebagian trader, menjadi :
- Zona Overbought
- Zona Tengah
- Zona Oversold
Indikator CCI ini digunakan untuk memberi sinyal entri, selain penggunaannya sebagai pengukur tingkat kejenuhan harga. Di bawah ini adalah cara menggunakan indikator CCI untuk mencari sinyal entri :
- Ketika indikator CCI memotong level -100 dari bawah, maka itu menunjukkan adanya sinyal buy, dengan alasan bahwa harga baru saja beranjak dari zonal jenuh jual (oversold), sehingga prediksi selanjutnya arah grafik akan naik.
- Begitu juga sebaliknya bila garis CCI memotong level 100 dari atas, maka akan memberikan sinyal sell, dengan alasan harga baru saja beranjak dari zona jenuh beli (overbought), jadi untuk selanjutnya arah grafik akan menurun. (Untuk memudahkan pengertian indikator CCI ini, anda bisa juga melihat/menerapkannya di mt4, bila tidak ada, anda bisa download secara Gratis di http://www.gainscopefx.com/fx/platform-trading/download/ )
Kondisi yang baik untuk menggunakan indikator CCI ini adalah jika market pada kondisi yang ramai (chaos), yaitu kondisi dimana pembeli dan penjual melakukan serangan jual dan beli.
Pada kondisi trend yang sangat kuat, indikator CCI ini malah tidak berfungsi dengan baik. Juga apabila market saat itu di dominasi oleh salah satu pihak (trend lambat) atau saat market sepi.
Walaupun begitu sinyal jual dan sinyal beli yang dihasilkan oleh CCI ini secara garis besarnya cukup akurat. Dan dengan menggunakan indikator lainnya, kekurangan indikator CCI ini dapat di tutupi.
Demikianlah sedikit informasi untuk mengenal indikator CCI dan penggunaannya. Yang diawal penggunaan untuk menjadi pengukur kejenuhan, kini digunakan untuk menghasilkan sinyal entri.
Sumber : www.gainscope.co.id